MANAJEMEN HUMAS
1. Pengertian Manajemen Humas
Berbicara
tentang humas pasti ingatan kita akan tertuju pada hal yang berhubungan
dengan komunikasi, konfrensi pers, informasi, public relation. Pokoknya
secara gampang diibaratkan sebagai penyampaian segala informasi.
Menurut kamus Fund and Wagnel Pengertian Humas adalah segenap
kegiatan dan teknik/kiat yang digunakan organisasi atau individu untuk
menciptakan atau memelihara suatu sikap dan tanggapan yang baik dari
pihak luar terhadap keberadaan dan aktivitasnya. Sedangkan
pengertian Humas dalam Pendidikan adalah Rangkaian pengelolaan yang
berkaitan dengan kegiatan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat
(orang tua murid) yang dimaksudkan untuk menunjang proses belajar
mengajar di lembaga pendidikan bersangkutan (Anggoro, 2001).
Berdasarkan
definisi diatas pegertian humas secara umum adalah fungsi yang khas
antara organisasi dengan publiknya, atau dengan kata lain antara lembaga
pendidikan dengan warga di dalam (guru, karyawan, siswa) dan warga dari
luar (wali siswa, masyarakat, institusi luar, patner sekolah) Dalam
konteks ini jelas bahwa humas atau public relation (PR) adalah termasuk
salah satu elemen yang penting dalam suatu organisasi kelompok ataupun
secara individu. Adapun pengertian manajemen humas adalah suatu
proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan
serta pengkoordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya
pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga yang diwakilinya. Dan untuk merealisasikan itu semua banyak hal yang harus dilakukan oleh humas dalam suatu lembaga pendidikan (Nasution, 2006).
2. Tugas Pokok Humas
Tugas pokok hubungan sekolah dengan masyarakat dalam pendidikan antara lain:
1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkannya.
2. Membantu
pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan
informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya.
3. Membantu
pemimpin mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi
yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat
tertentu.
4. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan.
5. Membantu kepala sekolah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama.
6. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan untuk kemajuan pelaksanaan pendidikan (Suryosubroto: 2004).
3. Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat (orang tua murid)
Mengenai tujuan hubungan sekolah dan masyarakat
(orang tua murid), leslie merumuskan tujuan organisasi perkumpulan
antara guru dan masyarakat (orang tua murid), adalah sebagai berikut:
a) Untuk mengembangkan pengertian masyarakat (orang tua murid) tentang tujuan dan kegiatan pendidikan di sekolah.
b) Untuk memperlihatkan bahwa rumah dan sekolah bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan anak disekolah.
c) Untuk
membari fasilitas pertukaran informasi antara orang tua dan guru yang
kemudian mempunyai dampak terhadap pemecahan pendidikan anak.
d) Perolehan
opini masyarakat tentang sekolah dijadikan perencanaan untuk pertemuan
dengan orang tua dalam rangka untuk kebutuhan murid-murid
e) Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pribadi anak (Indrafachrudi: 1994).
Sedangkan
menurut Mulyasa (2007: 50), tujuan dari hubungan sekolah dengan
masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan
peserta didik; (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup
dan penghidupan masyarakat; dan (3) menggairahkan masyarakat untuk
menjalin hubungan dengan sekolah.
4. Jenis Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Jenis hubungan sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:[1]
a) Hubungan
edukatif, ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid, antara
guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga. Adanya hubungan ini
dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan
pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan sikap
pada diri anak.
b) Hubungan
kultural, yaitu usaha kerja sama antara sekolah dan masyarakat yang
memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan
masyarakat tempat sekolah itu berada. Untuk itu diperlukan hubungan
kerja sama antara kehidupan di sekolah dan kehidupan dalam masyarakat.
Kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan
perkembangan masyarakat. Demikian pula tentang pemilihan bahan
pengajaran dan metode-metode pengajarannya.
c) Hubngan
institusional, yaitu hubungan kerja sama antara sekolah dengan
lembaga-lembaga atau instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah,
seperti hubungan kerja sama antara sekolah satu dengan sekolah-sekolah
lainnya, kepala pemerintah setempat, ataupun perusahaan-perusahaan
Negara, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan pendidikan pada
umumnya (Purwanto, 2005: 193).
5. Tehnik-tehnik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (orang tua murid)
Ada
sejumlah tehnik yang kiranya dapat diterapkan lembaga pendidikan,
tehnik-tehnik tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tehnik
tertulis, tehnik lisan, dan tehnik peragaan, tehnik elektronik.
a) Tehnik Tertulis
Hubungan antara sekolah dan masyarakat dapat dilakukan secara tertulis, cara tertulis yang dapat digunakan meliputi:
1) Buku kecil pada permulaan tahun ajaran
Buku
kecil pada permulaan tahun ajaran baru ini isinya dijelaskan tentang
tata tertib, syarat-syarat masuk, hari-hari libur, hari-hari efektif.
Kemudian buku kecil ini dibagikan kepada orang tua murid, hal ini
biasanya dilaksanakan di taman kanak-kanak (TK).
2) Pamflet
Pamflet
merupakan selebaran yang biasanya berisi tentang sejarah lembaga
pendidikan tersebut, staf pengajar, fasilitas yang tersedia, dan
kegiatan belajar. Pamphlet ini selain di bagikan ke wali murid juga bias
di sebarkan ke masyarakat umum, selain untuk menumbuhkan pengertian
masyarakat juga sekaligus untuk promosi lembaga (Indrafachrud: 1994).
3) Berita kegiatan murid
Berita
ini dapat dibuat sederhana mungkin pada selebaran kertas yang berisi
informasi singkat tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah
atu pesantren. Dengan membacanya orang tua murid mengetahui apa yang
terjadi di lembaga pendidikan tersebut, khususnya kegiatan yang
dilakukan murid.
4) Catatan berita gembira
Tehnik
ini sebenarnya mirip dengan berita kegiatan murid, keduanya sama-sama
ditulis dan disebarkan ke orang tua. Hanya saja catatan berita gembira
ini berisi tentang keberhasilan seoran murid. Berita tersebut ditulis di
selebaran kertas dan disampaikan kepada wali murid atau bahkan
disebarkan ke masyarakat.
5) Buku kecil tentang cara membimbing anak
Dalam
rangka menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang tua, kepala
sekolah atau guru dapat membuat sebuah buku kecil yang sederhana yang
berisi tentang cara membimbing anak yang efektif, kemudian buku tersebut
diberikan kepada orang tua murid (Bafadhol, 2005: 63).
b) Tehnik Lisan
Hubungan sekolah dengan masyarakat dapat juga lisan, yaitu:
1) Kunjungan rumah
Dalam
rangka mengadakan hubungan dengan masyarakat, pihak sekolah dapat
mengadakan kunjungan ke rumah wali murid, warga atupun tokoh masyarakat.
Melalui kunjungan rumah ini guru akan mengetahui masalah anak
dirumahnya. Apabila setiap anak diketahui problemnya secara totalitas,
maka program pendidikan akan lebih mudah direncanakan untuk disesuaikan
dengan minatnya. Hal ini akan memperlancar mancapai tujuan program
pendidikan sekolah tersebut (Indrafachrud, 1994: 69).
2) Panggilan orang tua
Selain
mengadakan kunjungan ke rumah, pihak sekolah sesekali juga memanggil
orang tua murid datang ke sekolah. Setelah dating, mereka diberi
penjelasan tentang perkembangan pendidikan di lembaga tersebut. Mereka
juga perlu diberi penjelasan khusus tentang perkembangan pendidikan
anaknya.
3) Pertemuan
Dengan
tehnik ini berarti sekolah mengundang masyarakat dalam acara pertemuan
khusus untuk membicarakan masalah atau hambatan yang dihadapi sekolah.
Pertemuan ini sebaiknya diadakan pada waktu tertentu yang dapat dihadiri
oleh semua pihak yang diundang. Sebelum pertemuan dimulai acaranya
disusun terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam setiap akan mengadakan
pertemuan sebaiknya dibentuk panitia penyelenggara.
c) Tehnik Peragaan
Hubungan
sekolah dengan masyarakat dapat dilakukan dengan cara mengundang
masyarakat melihat peragaan yang diselenggarakan sekolah. Peragaan yang
diselenggarakan bias berupa pameran keberhasilan murid. Misalkan di TK
menampilkan anak-anak bernyanyi, membaca puisi, atau biasanya di
pesantren ketika mengadakan pengajian ditampilkan santri-santri yang
hafal nadhom alfiyah. Pada kesempatan itu kepala sekolah atau guru atau
juga pengasuh kalau di pondok pesantren dapat menyampaikan
program-program peningkatan mutu pendidikan dan juga masalah atau
hambatan yang dihadapi dalam merealisasikan program-program itu
(Bafadhol, 2005: 69).
d) Tehnik Elektronik
Seiring
dengan perkembangan teknologi elektronik maka dalam mengakrabkan
sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat pihak sekolah dapat
menggunakan sarana elektronik, misalkan dengan telpon, televisi, ataupun
radio, sekaligus sebagai sarana untuk promosi pendidikan.
6. Studi Kasus
MA
Ma’arif NU adalah salah satu lembaga pendidikan yang terdapat di kota
Blitar, didalamnya terdapat Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah dan
juga pondok pesantren Nurul Ulum, semua siswa diwajibkan tinggal di
pondok pesantren tersebut. Dalam melakukan usaha mengakrabkan antara
sekolah dengan masyarakat ada beberapa hal yang dilakukan oleh sekolah,
diantaranya:
a) Setiap akhir semester pihak sekolah mengundang semua wali murid dan pembagian rapot dibagikan langsung kepada wali murid.
b) Setiap
sebelum murid-murid melakukan ujian akhir sekolah semua wali murid di
undang beserta masyarakat sekitar untuk mengadakan istighosah bersama.
c) Setiap
akhir tahun sekolah mengadakan acara muwadaah dalam rangka wisuda
murid-murid dan seluruh wali santri beserta masyarakat sekitar sekolah
diundang untuk hadir pada acara tersebut.
Selain itu juga masih banyak pendekatan yang dilakukan sekolah dalam rangka pengakraban sekolah dengan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar